Penerbit Gambang menempuh jalur penerbitan buku sastra, karya ataupun teori. Pedro Paramo adalah salah satu terbitannya yang menakjubkan. Redaksi bisa menelusuri perihalnya, lengkap tapi ringkas.

KITA MEMBACA DAN mengingat Vargas Llosa, Fuentez, Marquez juga Paz seringkali tanpa menyadari bahwa di belakang nama-nama besar itu, ada satu nama yang mempengaruhi karya-karya mereka. Seseorang yang seumur hidupnya hanya menerbitkan dua buah buku: The Burning Plain and Other Stories (1953) dan Pedro Paramo (1955). Seseorang yang saat muda, sebagaimana penggambaran Tia Setiadi dalam salah satu resensinya, lebih banyak menghabiskan waktunya mengurung diri di rumah membaca buku-buku dan sangat jarang berkeliaran ke luar rumah lantaran dia takut tertembak.

Juan Rulfo.

Dia hidup sebagai yatim sebab ayahnya (dan juga pamannya) mati dibunuh setelah Perang Cristeros (1926-1929). Kebiasaan mengurung diri bersama buku-bukunya terbawa sampai Rulfo tua, sehingga dia pernah berkata: “Aku bepergian bersama buku-buku.”

Enam puluh empat tahun kemudian, salah satu terjemahannya yang terbit membuat kita kemudian tahu kenyataan bahwa hanya dengan dua buku itu saja, Rulfo tampil menjulang sebagai salah satu penulis terbesar Amerika Latin.

Ini hanya pengantar. Hal paling penting adalah penerbit yang menerbitkan terjemahan karya tersebut, Gambang, salah satu penerbit alternatif Yogya yang bermula pada 15 September 2014. Penerbit ini digagas oleh Kun Anindito dan Rozi Kembara. Nama Gambang sendiri, dalam khazanah musik Tradisional adalah alat musik gamelan yang berfungsi sebagai pengisi melodi utama. Gambang juga berarti jelas dan seimbang.

Ketika suatu hari kami dari redaksi bercakap-cakap dengan Kun untuk menggali lebih banyak cerita tentang bagaimana Gambang bermula, ia berjanji akan mengisahkannya. Sayangnya, ketika kami menagih dan menagih dan menagih, yang kemudian keluar hanya penjelasan sangat singkat setelah basa-basi sebagai sesama rekan perbukuan:

Gambang terinspirasi oleh Penerbit New Directions yang konsisisten mengenalkan khazanah kesusastraan dunia ke publik pembaca Amerika. New Directions memiliki keberanian untuk menerbitkan buku dari penulis yang nyaris tidak populer di kalangan pembaca Amerika, para penulis Asia, Timur Tengah, Eropa, Karibia. New Directions hingga kini tidak bisa disebut sebagai penerbit besar, ia adalah penerbit kecil yang berwibawa. (Dibubuhi emotikon tertawa)

Tentu saja kami bertanya lebih jauh, meski kami juga sadar bahwa itu terlihat seperti interogasi yang kejam. Lalu dengan polosnya Kun mengirimi sesuatu yang dengan ajaibnya nampak sangat formal demi menjawab semuanya:

  • Penerbit Gambang fokus pada penerbitan buku sastra, baik karya sastra maupun teori sastra. Namun demikian, Penerbit Gambang juga memfasilitasi penerbitan buku non-fiksi.
  • Pada Hari Puisi Indonesia 2015, penerbit Gambang memperoleh penghargaan atas buku yang diterbitkannya diantaranya Manuskrip Sepi karya Nissa Rengganis yang dinyatakan sebagai buku pemenang, dan Bunga-bunga Kesunyian karya Risda Nur Widia yang masuk dalam kategori buku karya sastra terbaik oleh Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2016.
  • Buku-buku lain yang pernah diterbitkan Penerbit Gambang antara lain: Di Atas Umbria karya Acep Zamzam Noor, Rahasia Dapur Bahagia karya Hasta Indriyana, Memorabilia & Melankolia karya Agus Noor, Mengukur Jalan, Mengulur Waktu karya Yopi Setia Umbara, Manuskrip Sepi karya Nissa Rengganis, Seni Menulis Puisi karya Hasta Indriyana, Kepala-kepala di Pekarangan karya Toni Lesmana, Pinara Pitu karya Mira MM Astra, Sebelum Telepon Berdering karya Kun Andyan Anindito, Mantra Bumi karya Aprinus Salam, Eskapis karya Arif Fitra Kurniawan, Badriyah karya I Gusti Made Ayu Wedayanti, Bunga-bunga Kesunyian karya Risda Nur Widia, dan masih banyak lagi buku lainnya. Saat ini Penerbit Gambang sedang fokus ke buku-buku terjemahan. Dua buku terjemahan yang pernah diterbitkan antara lain Parabel Cervantes dan Don Quixote karya Jorge Luis Borges dan Pedro Paramo karya Juan Rulfo.
  • Penerbit Gambang bisa dihubungi melalui penerbitgambang.com atau melalui email gambangbukubudaya@gmail.com. Facebook: Penerbit Gambang. Twitter: @penerbitgambang. Instagram: @penerbitgambang. Untuk tanya jawab seputar Penerbit Gambang bisa melalui Whatsapp atau LINE di nomor 0856 4303 9249.

Ketika saya mengakhiri mengeja setiap kalimatnya, saya berusaha menganggap kawan Kun sedang pemanasan untuk sebuah kisah yang lebih panjang sebagaimana seperti itu pulalah tulisan ini diharapkan dianggap. Demikian.


Wijaya Kusuma Eka Putra
Sosok di balik Pojok Cerpen
Bagikan :

© 2016 PoCer.co | Buku Dibaca Penerbit Bicara