Layout bagian dalam buku sama pentingnya dengan kover, akan tetapi perhatian atasnya selama ini belum sebesar perhatian akan kover.

Azka Maula, layouter yang aktif menggarap buku-buku terbitan penerbit Yogyakarta mengatakan bahwa upah layouter di Jogja masih berkisar pada angka Rp1500-Rp4900. Upah ideal menurut Azka tidak dihitung per lembar melainkan per project. “Misalnya gini, upah satu juta untuk satu buku dengan maksimal 250 halaman. Kalau ada kelebihan, dibayarkan Rp3000 per halaman”, ungkap Azka dalam Sidang Komisi Produksi Kamis (14/09) di Dongeng Kopi.

Selain itu menurut Azka, para layouter kerap dituntut bekerja cepat. Padahal layout sebagai bagian dari proses pra-produksi tidak semudah itu diselesaikan. Menurut pengalamannya, bahkan ada penerbit yang hanya memberi waktu dua hari untuk melayout. “Soal artistik orang-orang sering mengedepankan kover. Padahal kover hanya dia lihat sekali. Sementara layout bagian dalam lebih sering dia lihat, dari halaman pertama sampai terakhir,”tambah Azka.

Pembicaraan mengenai upah layouter ini disinggung dalam Sidang Komisi Produksi saat Tommy Wibisono dari Katalika membicarakan tahap pra-produksi yang sering dikerjakan secara terburu-buru. Adapun keterburu-buruan ini menurut Tommy disebabkan oleh adanya anggapan bahwa pra-produksi, termasuk layout, adalah pekerjaan mudah. Padahal ketersediaan tenaga layouter pun terbatas.


Margareth Ratih Fernandez
Redaktur pelaksana di EA Books. Bermukim di Jogja.
Bagikan :

© 2016 PoCer.co | Buku Dibaca Penerbit Bicara