Memahami karya sastra membutuhkan kejelian. Max Lane membuka rahasia makna yang mungkin terkandung dalam Bumi Manusia Pram.

ADA DUA rahasia dalam buku Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, yang menurut Max Lane kerap kali terlewatkan oleh pembaca. Pertama, menurut Max ada dua tokoh Minke dalam Bumi Manusia. Minke pertama adalah seorang remaja siswa HBS yang sentimental, cengeng, dan pecinta perempuan. Sementara Minke kedua adalah Minke yang membuat pembaca kerap terkesan. Minke yang matang dan dewasa, yang kemudian dengan segala daya yang ia punya melakukan perubahan penting. Hal ini Max Lane sampaikan dalam bedah buku terbarunya Indonesia Tidak Hadir di Bumi Manusia di Student Center UNY, Kamis (28/09).

Sementara rahasia kedua menurut Max adalah proses transformasi kepribadian Minke itu adalah gambaran kelahiran Indonesia sendiri. Saat ada rumah produksi menghubunginya untuk berkonsultasi tentang menfilmkan Bumi Manusia, Max tidak menangkap kedua hal ini dari naskah yang dituliskan. “Penulis naskahnya berganti-ganti terus dan dua hal penting ini sama sekali tidak tampak. Berarti mereka belum benar-benar paham esensi Bumi Manusia,” ungkap Max.

Max menambahkan bahwa karya-karya Pram adalah hasil dari ketidakpuasannya terhadap keadaan di mana ia hidup. Oleh karena itu Pram membaca banyak buku, mencari arsip-arsip tertulis, dan mewawancarai banyak orang. Usaha yang menurut Max memberikan amat banyak pengetahuan bahkan sampai pada soal asal-usul bangsa Indonesia. 

Buku Indonesia Tidak Hadir Di Bumi Manusia diterbitkan oleh Penerbit Djaman Baroe dan berisi esai-esai Max Lane tentang Pramoedya Ananta Toer dan karyanya. Max Lane menerjemahkan enam karya Pram ke dalam bahasa Inggris sejak 1980-an dan berteman baik dengan sastrawan asal Blora itu.  


Margareth Ratih Fernandez
Redaktur pelaksana di EA Books. Bermukim di Jogja.
Bagikan :

© 2016 PoCer.co | Buku Dibaca Penerbit Bicara