Penjualan luring memberi kemungkinan pembaca membeli lebih banyak judul buku meski niat awalnya hanya satu judul.

PENJUALAN secara luring atau offline dinilai Sheny dari Toko Buku Toga Mas Jogja masih belum tergantikan. Menurut Sheny penjualan luring bisa memancing impulse buying dari pembeli. “Ya ketika pembeli berhadapan secara langsung dengan banyak pilihan buku, dia bisa saja membeli dalam jumlah banyak. Padahal mungkin awalnya dia cuma cari satu buku di situ,” ujar Sheny dalam Sidang Komisi Distribusi di Dongeng Kopi, Rabu (20/09).

Sementara untuk kategori buku yang tinggi penjualannya di Toga Mas menurut data yang Sheny bawa, selalu mengalami pergeseran tiap tahunnya. “Untuk tahun ini saja buku pelajaran yang tertinggi sampai 20 persen. Novel sebanyak 13 persen. Tidak lebih dari 15 persen  untuk perti, perguruan tinggi. Bahkan 82 persen itu hanya untuk 10 kategori. Itu hanya di Toga Mas Jalan Affandi,” ungkap Sheny menambahkan.

Toko Buku Toga Mas sendiri menurut Sheny tidak sedang berencana untuk membuka toko lagi. Namun pengembangan penjualan menurut Sheny akan selalu dilakukan.


Margareth Ratih Fernandez
Redaktur pelaksana di EA Books. Bermukim di Jogja.
Bagikan :

© 2016 PoCer.co | Buku Dibaca Penerbit Bicara