Penjualan buku daring memang terus tumbuh tapi terkendala belum meratanya akses internet.

TREN penjualan buku secara daring ternyata belum menjadi jalan keluar distribusi buku sampai ke pelosok Indonesia. Eka Putra yang mengelola kolektif Pojok Cerpen, mengatakan bahwa belum meratanya akses internet yang kuat di seluruh Indonesia menyebabkan penjualan secara daring belum bisa menjadi penopang.

“Penjualan buku secara daring meskipun sedang tren tapi belum bisa jadi penopang penjualan. Pada prosesnya kami melihat ada buku yang bisa dijual secara daring dan ada pula yang harus dijual secara luring. Meski begitu penjualan daring terus bertumbuh”, ujar Eka saat tampil menjadi salah satu pembahas dalam Sidang Komisi Distribusi pada Rabu (20/09) di Dongeng Kopi.

Dari pengalamannya berjualan buku secara daring, pembeli kebanyakan masih berasal dari kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Makassar. Menurut Eka selain punya akses internet kuat, kota-kota ini juga memiliki kepadatan lalulintas yang membuat pendudukanya enggan membeli buku secara langsung ke toko buku. “Dengan modal gadget, tanpa harus ke mana-mana mereka sudah bisa beli buku. Tapi jelas untuk tempat-tempat lain apalagi yang akses internetnya belum kuat, penjualan luring masih jadi pilihan utama,” tambah Eka.

 


Margareth Ratih Fernandez
Redaktur pelaksana di EA Books. Bermukim di Jogja.
Bagikan :

© 2016 PoCer.co | Buku Dibaca Penerbit Bicara