Penerbitan terjemahan Alquran dalam bahasa Inggris sudah berusia lebih dari tiga abad. Dalam kurun yang panjang tersebut ada banyak sekali penerbitan yang sudah dilakukan, lengkap dengan segala keunikannya.

PENERBITAN TERJEMAHAN ALQURAN dalam bahasa Inggris pertama kali dilakukan pada tahun 1649 yang merupakan terjemahan dari terjemahan Alquran ke dalam bahasa Perancis. Terjemahan ini dilakukan oleh Alexander Ross dan diterbitkan di London tanpa mencantumkan nama penerbitnya.

Sampai tahun 2016, ada 69 terjemahan Alquran ke dalam bahasa Inggris yang tercatat. Jumlah tersebut mencakup terjemahan yang tidak langsung dari bahasa Arab juga seperti misalnya dari bahasa Urdu. Selain itu, tak menutup kemungkinan juga bahwa jumlah yang sebenarnya masih lebih banyak dari itu.

Terjemahan-terjemahan Alquran dalam bahasa Inggris terus diterbitkan dari tahun ke tahun. Uniknya, penerjemahan itu sendiri dilakukan bukan hanya oleh muslim melainkan juga oleh non-muslim. Para penerjemah sendiri memiliki latar belakang yang beragam. Selain itu, terjemahan dilakukan bukan hanya oleh kaum pria melainkan juga oleh wanita.

Salah satu penerjemah, Thomas Cleary misalnya, memiliki latar belakang sebagai penerjemah literatur agama Budha, sementara penerjemah yang lain, Usama Dakdok, adalah seorang Kristen. Ada juga terjemahan yang dilakukan oleh penyair Iran Tahere Saffarzadeh yang menjadi terjemahan pertama Alquran ke dalam bahasa Inggris oleh wanita.  

Penerbitan terjemahan Alquran dalam bahasa Inggris tidak selalu menampilkan terjemahan baru. Terjemahan John Medows Rodwell misalnya yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1861 masih terus dicetak ulang oleh beragam penerbit. Penerbit Everyman pada tahun 1909 menerbitkannya, dilanjutkan oleh penerbit Phoenix pada tahun 2001, lalu oleh penerbit Dover Thrift pada tahun 2005.  

Melihat kenyataan itu, terjemahan Alquran berbahasa Inggris nampaknya merupakan satu pilihan yang lazim bagi penerbit-penerbit buku berbahasa Inggris, termasuk penerbit-penerbit yang kita kenal sebagai penerbit buku-buku sastra. Para penerbit juga nampaknya memiliki pilihan karya penerjemah yang berbeda untuk diterbitkan, meski tak tertutup kemungkinan juga satu terjemahan diterbitkan oleh penerbit yang berbeda.

Penerbit Penguin misalnya menerbitkan terjemahan Alquran yang dilakukan oleh NJ Dawood, penerbit Wordsworth menerbitkan versi terjemahan Abdullah Yusuf Ali, penerbit Dover Thrift menerbitkan versi terjemahan John Medows Rodwell, penerbit Oxford menerbitkan versi terjemahan Arberry. 

Yang juga penting dicatat, satu penerbit bisa saja tidak menerbitkan hanya satu versi terjemahan Alquran saja. Penerbit Penguin misalnya selain menerbitkan versi NJ Dawood juga merilis terjemahan Tarif Khalidi. Sementara penerbit Oxford selain menerbitkan terjemahan Arberry juga menerbitkan terjemahan MHS Abdul Haleem.

Sementara lazimnya ada semacam kekhususan pada penerbit yang menerbitkan terjemahan Alquran untuk menjadi penerbit yang menerbitkan buku-buku Islam seperti pada penerbit Amana misalnya, hal itu tak nampak pada kebanyakan penerbit yang lain. Penerbit Mentor Books misalnya menerbitkan Alquran terjemahan bahasa Inggris versi Muhammad Marmaduke Pickthall. Akan tetapi penerbit yang sama pun menerbitkan versi ringkas bibel, semacam versi abridged yang juga lazim ditemukan dalam penerbitan buku-buku sastra berbahasa Inggris.

Penerbitan terjemahan Alquran dalam bahasa Inggris juga ditampilkan dengan banyak variasi. Ada terjemahan yang dicetak dengan diikuti teks bahasa Arabnya, ada juga yang tidak. Ada yang dicetak dengan diikuti  catatan kaki, ada juga yang tidak. Sisi bagusnya: hampir semua versi terjemahan Alquran berbahasa Inggris memiliki indeks, gaya yang juga mulai ditiru oleh beberapa penerbit Alquran terjemah bahasa Indonesia kiwari.

Terjemahan versi Abdullah Yusuf Ali adalah versi yang diterbitkan baik bersama catatan kaki ataupun tidak, baik bersama teks Arabnya ataupun tidak. Untuk versi yang diterbitkan oleh Wordsworth Classics misalnya, versi ini tak mencantumkan catatan kaki dan juga tak mencantumkan teks arabnya, dua hal yang justru bisa ditemukan dalam versi terbitan penerbit Amana.

Demikian juga pada terjemahan versi NJ Dawood yang diterbitkan Penguin. Versi terjemahan ini diterbitkan dalam dua versi, yakni versi yang hanya teks terjemahan Inggris dan versi yang dibarengi dengan teks bahasa Arabnya.

Ketika penerjemahnya berbeda, maka kita temukan pula kualitas terjemahan yang berbeda antara satu dan lain penerbitan. Bagian ini tentunya membutuhkan analisis yang lebih mendalam dilakukan oleh mereka yang memang kompeten. Maka dalam tulisan ini bagian tersebut hanya akan disinggung sekilas.

Kita ambil contoh misalnya terjemahan beberapa ayat terakhir surat Asy-Syuara. Ayat-ayat tersebut biasa dikutip ketika orang mendiskusikan perihal Alquran dan puisi. Versi terjemahan Thomas Cleary adalah sebagai berikut:

221. Shall I tell you about those on whom the devils descend?

222. they descend on all lying sinners,

223. who listen to them though most of them are liars;

224. and the seducing poets follow them:

Terjemahan Thomas Cleary menempatkan poets (para penyair) pada posisi subjek, orang yang mengikuti. Sementara terjemahan-terjemahan versi yang lain justru menempatkan poets sebagai objek, sosok yang diikuti, oleh those straying in Evil (versi Abdullah Yusuf Ali), erring men (versi NJ Dawood), ataupun the erring (versi Pickthall).   

Satu hal yang juga harus diperhatikan adalah versi-versi terjemahan itu lazim mendapatkan revisi seiring berjalannya waktu. Revisi itu sendiri bisa dilakukan oleh sang penerjemah ataupun oleh pihak lain. Dalam hal terjemahan NJ Dawood misalnya, revisi dilakukan olehnya sendiri. Pertama kali diterbitkan tahun 1956, sampai tahun 2003—sebagaimana dikatakannya dalam pengantar—sudah melewati tujuh kali revisi. Sementara dalam hal terjemahan Abdullah Yusuf Ali, edisi yang diterbitkan tahun 1989 sudah melalui revisi oleh tim.

Revisi terjemahan yang dilakukan bisa menyangkut beberapa hal. Ada yang menyangkut diksi yang digunakan seperti pada terjemahan NJ Dawood, ada juga yang menyangkut diksi dan catatan kaki seperti pada terjemahan Abdullah Yusuf Ali.

Sementara itu pada terjemahan JM Rodwell, revisi dilakukan berupa susunan surat yang pada awalnya berdasarkan urutan yang diduga merupakan urutan kronologis menjadi urutan tradisional yang lazim ditemukan pada Alquran kini. Edisi revisinya kemudian diterbitkan oleh Everyman dan Phoenix.

Ragam penerbitan terjemah Alquran dalam bahasa Inggris dari berbagai penerbit membawa kita semakin jauh dari masa ketika larangan penerjemahan Alquran diberlakukan. Kini kita temukan diri kita ada di tengah terjemahan Alquran dalam bahasa Inggris dalam ragam warna-warni yang menarik. Warna-warni penerbitan itu, tentu, sangat menarik dan penting untuk didiskusikan lebih lanjut.


Cep Subhan KM
Penulis dan Penerjemah kelahiran Ciamis yang sekarang berdomisili di Yogya.
Bagikan :

© 2016 PoCer.co | Buku Dibaca Penerbit Bicara