Animal Farm adalah salah satu karya Orwell yang sangat menyihir. Disajikan dalam bentuk fabel, novela ini merupakan satir yang tak lekang oleh zaman. Meski demikian, sejarah penerbitannya tidaklah sebagus resepsi pembaca atasnya.

GEORGE ORWELL (1903-1950) bukanlah nama pena sastrawan yang asing, bahkan bagi pembaca Indonesia, meski mungkin nama itu tak sepopuler nama aslinya: Eric Arthur Blair. Popularitasnya di negeri ini didukung oleh penerjemahan karya-karyanya yang sudah bermula sejak tahun 1953 untuk Nineteen Eighty-Four (Tahun 1984), dan 1963 untuk Animal Farm (Kisah Sebuah Pertanian Hewan).

Dua karya ini termasuk karya dia yang edisi terjemahan Indonesianya terus dicetak ulang. Tahun 2014 kita misalnya bisa menemukan 1984 versi terjemahan Landung Simatupang yang dulu pernah terbit pula tahun 2003. Pertengahan 2016 kita kembali menemukan cetak ulang novel yang sama.

Demikian juga halnya dengan Animal Farm. Edisi terjemahannya versi Mahbub Djunaidi, Binatangisme, kembali bisa kita temukan terbit pada tahun 2016 setelah dulu pernah dicetak penerbit yang berbeda-beda pada tahun 1983, 2001, dan 2006. Pada tahun 2016 kita juga bisa menemukan versi terjemahan yang lain yang dikerjakan oleh Bakdi Soemanto (ulasan singkat tentangnya bisa dibaca di http://www.pocer.co/read/tiga-pasang-anak-kembar-dari-enam-orangtua-yang-berbeda-1)

Animal Farm memang salah satu karya Orwell yang sangat terkenal, selain novel distopia-nya 1984. Karya ini memikat banyak orang, termasuk pembaca biasa, mungkin karena penyajiannya yang berupa fabel modern, sebuah satir yang memiliki potensi sangat tinggi untuk membuat orang tersenyum sendiri. Novela ini tak hanya bisa ditemukan rujukan kepadanya dalam musik, film, ataupun acara televisi, melainkan juga dalam video game.

Jika melihat kesuksesannya seperti itu, siapa menduga bahwa kisah penerbitan novela ini dulu memiliki sejarah panjang yang tak lurus. Naskah novela tersebut sempat ditolak 4 penerbit sebelum kemudian diterbitkan pertama kali pada 17 Agustus 1945 di London oleh Secker and Warburg.

Salah satu penerbit yang menolak naskah novela tersebut adalah Faber and Faber. Pihak yang berwenang di penerbitan itu untuk melakukan penolakan pada saat itu adalah penyair sekaligus kritikus sastra terkenal TS Eliot, meski bukan hanya dia sendirian yang memutuskan.

*

Founded in 1929 in London, Faber & Faber is one of the world’s great independent publishing houses. Featuring books by no fewer than twelve Nobel Laureates and six Booker Prize-winners with illustrious names such as T. S. Eliot, Ted Hughes, Sylvia Plath, Samuel Beckett, Seamus Heaney, Kazuo Ishiguro and Simon Armitage; we are proud to publish the finest writers in the arts and literary world.

Keterangan tersebut bisa kita temukan ketika kita mengakses situs penerbit Faber and Faber kini di faber.co.uk. Penerbit ini memang masih aktif sampai kini dan memiliki etos yang tinggi untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pada tahun 2009 misalnya penerbit ini merilis program Faber Digital yang memproduksi aplikasi buku tertentu untuk dibaca di iPad dan iPhone.

Faber and Faber didirikan tahun 1929 di London. Nama penerbit ini diambil dari nama pendirinya, Sir Geoffrey Cust Faber (1889-1961), yang juga merupakan seorang penyair. Semula penerbitan ini adalah hasil kongsi Geoffrey Faber dengan Sir Maurice Linford Gwyer (1878-1952) dengan nama Faber and Gwyer yang didirikan pada tahun 1925.

Keuntungan utama Faber and Gwyer didapat dari penerbitan majalah mingguan The Nursing Mirror. Ketika pada tahun 1929 hak penerbitan majalah tersebut dijual, keduanya kemudian memutuskan untuk berpisah. Meski tak ada Faber yang lain, Geoffrey Faber kemudian memutuskan untuk mengganti nama penerbit itu menjadi Faber and Faber.

Fokus penerbit yang memiliki logo huruf f ganda ini adalah naskah-naskah puisi. Meski demikian, ia juga menerbitkan buku-buku lain dari mulai biografi, fiksi, esai-esai tentang agama dan politik, sampai buku anak-anak.

TS Eliot sudah bergabung dengan penerbit tersebut sejak masih bernama Faber and Gwyer pada tahun 1925. Ketika kepemimpinan beralih sepenuhnya pada Geoffrey Faber, dia menjadi bagian dari dewan pengurus bersama Richard de la Mare, Charles Stewart, dan Frank Morley dengan dia sebagai pimpinan editor. Atas prakarsanyalah kemudian Faber and Faber bisa menerbitkan beberapa puisi penyair terkenal Inggris seperti W.H.Auden, Stephen Spender, dan Ted Hughes.

Sejarah ditolaknya naskah Orwell oleh Faber and Faber sebenarnya tidak bermula dengan naskah Animal Farm. Jauh hari sebelumnya, pada tahun 1932, Orwell menyerahkan naskah revisi novel A Scullion’s Diary yang merupakan versi awal Down and Out in Paris and London kepada penerbit ini. Naskah tersebut tidak diloloskan TS Eliot dengan ucapan seperti ini: kami memang merasa sangat tertarik, akan tetapi dengan menyesal saya katakan bahwa naskah ini tidak nampak mungkin bagi saya sebagai proyek penerbitan.

Kisah berlanjut pada tahun 1944 ketika Orwell kembali menyerahkan naskah karyanya yang lain, Animal Farm. TS Eliot kemudian menolak menerbitkan novela itu dalam surat balasannya yang bertarikh 13 Juli 1944. Dia memang memuji Orwell sebagai seorang satiris yang mumpuni, bahkan membandingkannya dengan satiris pengarang Gulliver’s Travels, Jonathan Swift, akan tetapi dia tak merasa sudut pandang kritik atas situasi politik yang digunakan Orwell merupakan hal yang tepat pada zaman itu. Surat tersebut ditutup seperti ini:

Saya meminta maaf sebesar-besarnya, karena siapapun yang menerbitkan naskah ini, maka secara alamiah dia juga memiliki kesempatan untuk menerbitkan karya anda kelak: dan saya tidak mengabaikan karya anda, karena karya anda ini merupakan tulisan yang bagus tentang integritas yang asasi.

Inti surat tersebut adalah ini: terlepas dari segala sisi bagus yang dikemukakan Eliot, Faber and Faber menolak menerbitkan Animal Farm. Memang sebagaimana dikatakan oleh TS Eliot dalam suratnya tersebut, Faber and Faber membutuhkan persetujuan minimal dua orang direktur untuk meloloskan naskah, dan direktur yang lain sepakat dengan pendapat Eliot untuk tidak menerbitkan naskah tersebut.

Ada unsur politis yang pekat memang dalam penolakan itu. Novela tersebut merupakan satir yang menyindir Stalinisme yang saat itu sedang merajai Uni Soviet. Penerbitan naskah tersebut dikuatirkan akan menimbulkan kontroversi karena justru pada masa itu Uni Soviet merupakan sekutu kuat Inggris dalam menghadapi Jerman. Itulah nampaknya yang dimaksud oleh TS Eliot bahwa dari pihak penerbit tidak yakin apa yang disodorkan novela tersebut merupakan “sudut pandang yang tepat dalam mengkritisi situasi politik pada zaman kiwari.”

Pada akhirnya Animal Farm diterbitkan tahun 1945 oleh Secker and Warburg, penerbit yang berdiri pada tahun 1935 di London dan terkenal sebagai berpaham anti-fasis dan anti-komunis. Sebelumnya, pada tahun 1938, penerbit ini sudah menerbitkan karya Orwell yang lain, Homage to Catalonia. Setelahnya, Orwell menjadi teman akrab salah satu pendiri penerbitan ini, Fredric Warburg.


Kredit Gambar : bookshop.blackwell.co.uk
Cep Subhan KM
Penulis dan Penerjemah kelahiran Ciamis yang sekarang berdomisili di Yogya.
Bagikan :

© 2016 PoCer.co | Buku Dibaca Penerbit Bicara