08 Nov 2017 Cep Subhan KM Sosok

Penerjemah adalah sosok yang sangat penting terutama sebagai perantara antara teks sumber dan teks sasaran bagi mereka yang tak menguasai bahasa sumber. Salah satu contoh adalah peristiwa penerjemahan 23 jilid karya Freud ke dalam bahasa Inggris.

BAHWA salah satu penyebab tersebarnya Freudianisme—dalam artian “ajaran Freud”, atau Psikoanalisa—ke seluruh penjuru dunia salah satunya disebabkan oleh kegigihan dia menunjukkan kepada dunia bahwa Psikoanalisa adalah sains bukan mistik, maka itu benar. Tetapi sebenarnya ada satu faktor lain yang juga dia akui sendiri tak kalah pentingnya dalam mendukung penyebaran itu: penerjemahan karya-karyanya.

Freud menulis dalam bahasa Jerman, bahasa yang meski termasuk salah satu bahasa yang populer akan tetapi penggunanya tentu tak sebanyak bahasa Inggris. Penerjemahan karya-karya dia dari bahasa Jerman ke dalam bahasa Inggris adalah sebuah terobosan besar yang membuka jalan lurus penyebaran teori itu ke seluruh dunia.

Contoh yang sangat dekat adalah ini: sampai tahun 2017 awakarya-awakarya Freud sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Akan tetapi tak ada terjemahannya yang dilakukan dari bahasa Jerman. Semua terjemahan ke dalam bahasa Indonesia dilakukan dari versi bahasa Inggris, meski sumber bahasa Inggris ini pun tidak seragam, terutama karena penerjemah karya Freud ke dalam bahasa Inggris pun bukan hanya satu.

Ada beberapa nama penerjemah karya Freud ke dalam bahasa Inggris yang bisa disebut sebagai generasi awal. Nama penerjemah pertama yang harus disebut adalah Abraham Arden Brill (1874-1948). Brill adalah seorang psikoanalis kelahiran Austria yang kemudian menetap di Amerika. Dia menjadi praktisi psikoanalisa pertama di Amerika, sekaligus juga menjadi penerjemah pertama Freud ke dalam bahasa Inggris. Pada tahun 1911 dia mendirikan New York Psychoanalytic Society dan menerjemahkan tujuh risalah Freud.

Nama kedua adalah Joan Hodgson Riviere (1883-1962). Joan adalah seorang psikoanalis Inggris yang kemudian menjadi anggota pendiri British Psychoanalytical Society pada tahun 1919. Dalam kaitannya dengan penerjemahannya atas karya-karya Freud, dia disebut sebagai “the incomparable Joan Riviere” dan penerjemah terbaik karya Freud ke dalam bahasa Inggris. Dia menjadi pengawas penerjemahan dan penerbitan Collected Papers Freud jilid 1,2, dan 4--sementara untuk jilid 3 dan 5 dilakukan oleh James Strachey dan Alix Strachey. Selain itu, dia juga menerjemahkan 3 risalah penting Freud yang lain: A General Introduction to Psychoanalysis, The Ego and The Id, dan Civilizations and Its Discontents.   

Nama ketiga adalah Granville Stanley Hall (1846-1924). Stanley Hall adalah seorang psikolog Amerika, mendirikan American Journal of Psychology pada tahun 1887, dan menjadi presiden pertama Americal Psychological Association pada tahun 1892, organisasi psikolog terbesar Amerika yang sampai kini masih ada. Tujuh tahun kemudian dia menjadi presiden pertama Clark University sampai tahun 1920. Stanley pulalah yang mengundang Freud dan Jung untuk memberikan ceramah di Clark University pada tahun 1910 dalam kunjungan pertama dan satu-satunya Freud ke Amerika. Stanley menerjemahkan A General Introduction to Psychoanalysis.

Terjemahan bahasa Inggris dari berbagai penerjemah ini masih tetap diterbitkan sampai kini oleh berbagai penerbit yang berbeda, meski beberapa juga bisa didapatkan versi pdfnya dengan gratis di internet, terutama terjemahan Brill terbitan lama. A General Introduction to Psychoanalysis terjemahan Stanley Hall masih diterbitkan oleh Wordsworth Classic pada tahun 2012, sedangkan The Interpretation of Dreams terjemahan Brill juga masih bisa ditemukan dari penerbit yang sama pada tahun 1997.   

Dari versi yang berbeda-beda inilah beberapa terjemahan dalam bahasa Indonesia menginduk, misalnya terjemahan yang diterbitkan oleh Pustaka Pelajar (tahun 2007) dengan judul Peradaban dan Kekecewaan Manusia menginduk pada terjemahan Inggris Joan Riviere meski penerbit ini tidak mencantumkan sumbernya. Mungkin itu dilakukan untuk menyiasati supaya tidak sama dengan terjemahan lebih dahulu yang diterbitkan oleh penerbit Jendela (tahun 2002) dengan judul Peradaban dan Kekecewaan-kekecewaan yang menginduk pada edisi terjemahan Inggris Strachey.

Perbedaan semacam ini pada dasarnya tak masalah. Akan tetapi jika diteliti dengan seksama, ada perbedaan mencolok pada naskah Riviere dan Strachey. Khusus dalam Civilization and Its Discontents, bagian akhir teks misalnya sangat berbeda. Versi Strachey memiliki kalimat yang tak bisa ditemukan dalam versi Riviere karena teks itu ditambahkan belakangan oleh Freud pada tahun 1931, sementara versi Riviere dipublikasikan setahun sebelumnya.

Teks Riviere dalam terjemahan (terbitan Pustaka Pelajar, hal. 132):

Sekarang kita berharap bahwa salah satu dari dua “kekuatan-kekuatan langit” ini, yaitu Eros yang abadi, akan mengerahkan kekuatannya supaya bisa terus bertahan sejajar dengan musuh abadinya.

Teks Strachey dalam terjemahan (terbitan Jendela, hal. 155):

Dan sekarang dapat diduga bahwa satu dari dua “Heavenly Powers,” yaitu Eros yang abadi, akan berusaha menonjolkan diri dalam pergulatannya dengan musuh bebuyutannya yang sama-sama abadi. Tapi siapa yang mampu meramalkan seberapa berhasil dan apa yang akan dicapainya?

Kalimat terakhir tersebut ditambahkan Freud berkaitan dengan kekejaman Hitler yang sudah nampak nyata. Konteks semacam ini tentunya penting untuk lebih memahami risalah yang ditulis Freud tersebut.

Setelah era penerjemah-penerjemah karya-karya Freud dalam bentuk terpisah-pisah ini, kita pun sampai pada satu nama lain yang dimiliki sosok legendaris yang tadi sudah beberapa kali disebut: James Strachey dan istrinya Alix Strachey.

*

James Beaumont Strachey (1887-1967) adalah seorang psikoanalis Inggris sebagaimana juga wanita yang kemudian menikah dengannya pada tahun 1920: Alix Sargant Florence (1892-1973). Kakaknya, Giles Lytton Strachey (1880-1932) adalah seorang penulis dan kritikus Inggris yang menjadi salah satu anggota pendiri Bloomsburry Group, perkumpulan para penulis, cendekiawan, filsuf, dan seniman Inggris yang berpengaruh dan anggotanya mencakup Keynes, E.M. Forster, dan Virginia Woolf.

James Strachey adalah seorang pengagum Freud. Awal mula penerjemahannya atas karya-karya Freud adalah ketika Freud meminta suami istri Strachey menerjemahkan beberapa risalahnya ke dalam bahasa Inggris. Lalu pada tahun 1924 dan 1925, keduanya tergabung dalam tim kecil yang kemudian menerbitkan sepilihan karya Freud dalam bahasa Inggris: Collected Papers jilid 1-5.

Proyek penerjemahan karya-karya Freud lengkap ke dalam bahasa Inggris oleh Strachey kemudian melahirkan The Standard Edition of the Complete Psychological Works of Sigmund Freud jilid 1-24 dengan jilid 24 sebagai indeks dan bibliografi. Edisi ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan SE, Standard Edition, dan dikenal pula sebagai "authorized translation" karena termasuk salah satu terjemahan yang "direstui" Freud, mulai terbit sejak tahun 1953 dan jilid terakhirnya, jilid 24 terbit pada tahun 1974.

Salah satu keistimewaan terjemahan yang dilakukan Strachey adalah ditambahkannya catatan kaki dari dia sendiri yang bahkan tak bisa ditemukan dalam terbitan edisi lengkap karya Freud dalam bahasa Jerman. Selain itu, dia juga menambahkan semacam historiografi dan ulasan setiap tulisan Freud yang dicantumkan sebelum setiap naskah, mencakup pula sejarah publikasi naskah tersebut dalam bahasa Jerman dan terjemahan bahasa Inggris.

Sementara itu, peran Alix Strachey sebagaimana juga disinggung oleh James dalam pengantar jilid pertama SE adalah terutama karena Alix sudah menerbitkan A New German-English Psychoanalytical Vocabulary (1943), dan pada buku itulah pemindahan istilah-istilah psikoanalisa dari bahasa Jerman ke dalam bahasa Inggris oleh Strachey didasarkan. 

Edisi pertama SE diterbitkan oleh The Hogarth Press dan The Institute of Psychoanalysis. Dalam terbitan terbarunya, ada nama penerbit lain dicantumkan: Vintage. Sampai sekarang edisi standar ini selalu dicetak ulang dalam dua edisi: hardback dan paperback. Satu penerbit yang lain, W.W. Norton and Company, menerbitkan secara terpisah 19 awakarya pilihan Freud dalam buku-buku tipis dengan tambahan biografi singkat Freud yang ditulis oleh Peter Gay.

Sebagai penerjemah, suami istri Strachey mendapat pandangan yang sangat tinggi pula di mata Freud. Dalam sebuah obrolan misalnya dia memuji mereka sebagai “penerjemah Inggris saya yang sempurna Tuan dan Nyonya Strachey”.

*

Pada tahun 2002 penerbit Penguin memulai proyek penerbitan terjemahan ulang karya-karya Freud secara tematik di bawah editor psikoanalis Adam Phillips. Gagasan penerjemahan ulang karya Freud ini dilahirkan dari beberapa alasan termasuk bahwa penerjemahan yang dilakukan Strachey cenderung klinis dan para pembaca Psikoanalisis membutuhkan teks yang lebih “kekinian”. Dari sana diharapkan Psikoanalisis mendapatkan tambahan pembaca dari kalangan umum, bukan hanya mereka yang memang tertarik mendalami ilmu jiwa.

Terjemahan baru ini tidak merupakan penerjemahan lengkap seperti edisi Strachey. Alasannya, tulisan Freud banyak yang hanya mengulang, membaca pengulangan itu hanya akan menimbulkan kebosanan. Maka alih-alih menyusunnya dalam urutan kronologis, edisi ini direncanakan sebagai sepilihan karya yang digabungkan per jilid secara tematik.

Sebelumnya, Penguin memang sudah menerbitkan edisi lengkap karya Freud dalam bahasa Inggris di bawah bendera Penguin Freud Library sebanyak 15 jilid (bisa dicek di situs ini). Akan tetapi edisi tersebut masih menggunakan edisi terjemahan Strachey. Itu pulalah yang membedakan edisi Penguin yang sekarang dengan edisi Penguin yang lama.

Selain Penguin, satu penerbit yang lain, Oxford World’s Classic, juga mempunyai ide yang lain. Pada tahun 1999 penerbit ini menerbitkan terjemahan bahasa Inggris The Interpretation of Dreams yang dilakukan oleh Joyce Crick, seorang dosen senior Bahasa Jerman di University College London. Menariknya, terjemahan ini didasarkan pada edisi pertama naskah bahasa Jerman risalah awakarya Freud ini, sementara Strachey mendasarkan pada edisi terakhir yakni edisi kedelapan.

Dalam SE, teks bahasa Inggris The Interpretation of Dreams diterbitkan sebagai jilid 4 dan 5. Sebagaimana dicantumkan dalam pengantar edisi inggris tersebut, ada kronologi perubahan-perubahan yang dilakukan Freud saat merevisi teks risalah tersebut, dan itu penting. Terjemahan edisi Crick dengan demikian memang bisa menjadi sekadar edisi kritis yang berguna untuk melacak pemikiran Freud.

Meski dikatakan sebagai edisi lengkap seluruh karya Freud, akan tetapi edisi Strachey ini sebenarnya tidak benar-benar lengkap. Sebagaimana sudah dikatakan Strachey juga dalam pengantarnya, edisi terjemahan dia tidak mencantumkan tulisan-tulisan Freud tentang Fisika dan juga korepondensi Freud kecuali beberapa yang dia anggap benar-benar penting. Ada juga misalnya satu tulisan awal Freud yang sangat penting tentang Aphasia tidak dimasukkan karena dalam pandangan Strachey tak ada bukti bahwa teks tersebut ditulis oleh Freud.

Dengan segala kekurangan yang ada, satu hal yang jelas, tanpa ada suami istri Strachey ajaran Freud mungkin tak sepopuler sekarang di muka bumi, semenarik apapun ajaran itu. Kolaborasi dia dan istrinya adalah kolaborasi dua penerjemah hebat yang mampu menyajikan Freudianisme dalam 23 jilid lengkap dalam bahasa yang paling bisa diakses di muka bumi: The Standard Edition of the Complete Psychological Works of Sigmund Freud.

Dia, adalah juru warta Freudianisme yang militan, dan dengan julukan itulah kita mustinya mengenal dia sekarang, terutama karena tak semua negara memiliki Strachey dan tak semua pemikir dunia memiliki penerjemah yang berdedikasi seperti dia.


Cep Subhan KM
Penulis dan Penerjemah kelahiran Ciamis yang sekarang berdomisili di Yogya.
Bagikan :

© 2016 PoCer.co | Buku Dibaca Penerbit Bicara