Demi merekatkan hubungan kultural antar-editor dan mengikis persaingan, penting adanya perkumpulan khusus editor.

“Perkumpulan penulis atau pembaca itu banyak, mudah kita temukan, tapi tidak ada perkumpulan khusus editor”, ujar Prima Sulistya, redaktur Mojok.co dalam Sidang Komisi Keredaksian hari ini, (13/09). Prima yang sempat menjadi editor di Buku Mojok dan beberapa penerbit indie lain mengatakan bahwa editor adalah pekerja perbukuan yang bernasib paling nahas.

”Kalau ada kesalahan dalam konten, editorlah yang jadi sasaran, bukan penulis,” ujar Prima. Itulah kenapa perkumpulan editor menjadi penting agar ada wadah membahas hal-hal teknis sampai politis terkait editing sebuah buku. Dengan adanya perkumpulan ini menurut Prima bisa merekatkan hubungan kultural antar-editor dan mengikis persaingan.

Usul membentuk wadah khusus editor ini sudah diusulkan Prima pada Sidang Komisi Buku Indie yang berlangsung 08/09 lalu. Radio Buku dengan cepat merespon usul itu dengan mengumumkan lewat akun facebooknya pada 09/09 bahwa mereka hendak mengadakan workshop khusus editor di Jogja. Detail teknisnya menurut Safar Banggai, salah satu kru Radio Buku, akan diumumkan kemudian. “Soal kepesertaan, waktu, dan pemateri, akan kami bicarakan lagi kemudian baru diumumkan”, ungkap Safar saat Sidang Keredaksian di Dongeng Kopi. 


Margareth Ratih Fernandez
Redaktur pelaksana di EA Books. Bermukim di Jogja.
Bagikan :

© 2016 PoCer.co | Buku Dibaca Penerbit Bicara