Menerbitkan buku dari penulis populer merupakan salah satu upaya supaya penerbit bisa bertahan dalam level kompetisi yang kian keras.

SALAH SATU cara membuat sebuah buku laris terjual adalah popularitas penulis. Hal ini diungkapkan Edi Mulyono, CEO Diva Press, saat menjadi narasumber di Sidang Komisi Keredaksian, Musyawarah Buku di Dongeng Kopi pada Rabu (13/09). Edi menambahkan bahwa hal itu dilakukan banyak penerbit-penerbit mayor, salah satunya dengan mengejar selebgram-selebgram.

“Contohnya Tere Liye. Dia kan populer sekali, buku-bukunya selalu best seller. Kalau suatu saat dia kasih ke saya kumpulan status-statusnya, terus dikemas lalu terbit taruh di toko buku, pasti laku. Pasti habis,” ujar Edi mencontohkan. Faktor popularitas penulis menurut Edi sangat mampu menggaransi sebuah buku dicetak dalam oplah yang cukup besar.

Menerbitkan buku dari penulis populer pun menurut Edi menjadi salah satu cara bagi penerbit untuk terus ada dalam level kompetisi yang semakin tinggi dan keras. Selain itu masih menurut Edi ada tiga hal pilar penting yang harus dilakukan. Pertama, pastikan penerbit bisa memberikan uang yang signifikan. Menawarkan DP yang jauh lebih signifikan akan memberi hasil yang signifikan juga. Kedua, pastikan bahwa karya yang hendak diterbitkan itu istimewa. Ketiga, Pastikan bahwa buku itu berskala masif dan didistribusikan secara luas.

Tulisan ini menyajikan hasil Sidang Komisi Keredaksian. Silahkan baca juga tulisan lain terkait hasil Sidang Komisi.

Hasil Sidang Komisi Keredaksian 2: Editor Butuh Bentuk Perkumpulan

Hasil Sidang Komisi Keredaksian 3: Buku Digital Sudah Diantisipasi Belasan Tahun Silam

Hasil Sidang Komisi Produksi: Upah Layouter di Jogja Belum Sesuai Kriteria


Margareth Ratih Fernandez
Redaktur pelaksana di EA Books. Bermukim di Jogja.
Bagikan :

© 2016 PoCer.co | Buku Dibaca Penerbit Bicara